Rumah Joglo Modern

Rumah Joglo Modern

Rumah Joglo Modern

Rumah Joglo Modern memang terlihat unik dan masih banyak diminati di kalangan masyarakat. Rumah Joglo sendiri dahulu nya merupakan sebuah rumah yang dijadikan acuan untuk mengukur status sosial masyarakat. Telah kita ketahui bahwa rumah joglo identik dengan masyarakat suku Jawa. Pada kenyataanya tidak semua orang memiliki rumah Joglo, hanya di kalangan bangsawan saja.

Banyak sekali dan berbagai macam model rumah adat khas Jawa. Rumah Joglo saat ini masih tetap mempertahankan ke eksistensinya di kalangan masyarakat. Pengembangan rumah Joglo ini semakin luas hal itupun juga di latarbelakangi oleh lahirnya para arsitektur-arsitektur muda yang memberikan ide barunya.

 

 

Dengan adanya konsep rumah Joglo modern Anda tidak perlu khawatir akan kalah dengan model-model rumah gaya Barat. Anda dapat membuat kombinasi rumah dengan konsep modern. Salah satu alternatif yang dapat Anda gunakan dengan menjadikan rumah Joglo dengan memberikan ukiran-ukiran khas Jawa pada bangunan tersebut.

Konsep rumah Joglo bergaya modern akan memberikan tampak yang begitu menawan, karena selain menghadirkan kesan dengan klasik serta modern. Misalkan dengan menambah beberapa unsur modern seperti mengganti fondasi rumah Joglo yang umumnya terbuat dari material kayu dengan beton. Kemudian keaslian atap rumah tetap dipertahankan, cukup dengan menambahkan dengan aksen modern.

Pada dasarnya sama halnya dengan model rumah panggung tradisional, model rumah Joglo juga dapat dipadu padankan dengan komponen rumah modern.

Bangunan Rumah Joglo

Pada rumah Joglo atapnya menggunakan empat tiang utama  yang biasa disebut Soko Guru. Jumlah 4 tiang ini mewakili adanya kekuatan yang dipercaya berasala dari empat penjuru mata angin. Berdasarkan konsep spiritual ini, manusia berada di tengah perpotongan keempat arah mata angin tersebut. Titik perpotongan tersebut disebut juga sebagai Pancer atau Manunggaling Kiblat Papat.

Rumah Joglo memiliki tiga bagian. Pada bagian pertama terdapat ruang pertemuan yang disebut dengan pendopo. Kemudian pada kedua ruangan tengah disebut dengan pringgitan. Ruang ketiga berupa ruang belakang (dalem) yang berguna sebagai ruang keluarga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *